Golkar Penguasa Pemilu Orde Baru

GOLKAR PENGUASA PEMILU ORDE BARU

 

Dengan berkuasanya Soeharto pada Orde Baru yang berlangsung selama 32 tahun , dimana kekuasaanya yang terhitung dari 1966 – 1998 . Pada pemerintahan Orde Baru , struktur kinerja dan peran negara menjadi sangat kuat karena didukung oleh pemusatan dan penguatan 3 sektor militer,ekonomi,dan budaya. Soeharto berpendapat bahwa penguatan negara merupakan langkah yang jitu dalam mendukung kelancaran pembangunan . Penguatan sektor militer dilakukan dengan cara meperbaiki kinerja Angkatan Darat. Penguatan sektor ekonomi dilakukan dengan menambah jumlah dana bantuan luar negeri. Penguatan sektor budaya dilakukan dengan cara menyebarkan organisasi – organisasi turunan Golongan Karya ke seluruh pelosok Indonesia. Kekuatan ketiga dari sektor itulah yang menjadi dasar pijakan bagi Soeharto untuk membangun sebuah pemerintahan yang kuat . Menurutnya semua lini kehedipan masyarakat harus dikuasai secara optimal untuk menciptakan sebuah sistem pemerintahan sosial dan politik yang efisien dan tepat guna.

Menguatnya peran negara dalam kehidupan masyarakat Indonesia di masa Orde Baru merupakan kekuatan utama bagi Soeharto dalam meraih kepentingan nasional dan internasional. Berawal dari kariernya sebagai mayor jenderal di dalam jajaran petinggi Angkatan Darat, Soeharto mendapatkan dukungan dari basis militer yang cukup kuat. Dalam hal ekonomi, sistem perekonomian liberal yang di gagasnya memperoleh banyak dukungan dari dunia Internasional, baik di kalangan dunia Barat maupun dikawasan Asia Tenggara. Selain itu, di dalam negeri, kondisi sosial masyarakat di topang oleh kekuasaan organisasi  Golkar yang telah muncul sejak tahun 1964. Ketiga kekuasaan itu menjadi pilar – pilar penting bagi pemerintahan Soeharto dalam proses menguatkn peran negara dan pemerintahan.

Menguatnya peran negara di masa Orde Baru ditentukan oleh 3 hal, yaitu militer , Golkar , dan ekonomi yang memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang bagi Indonesia . Dalam hal politik dan partisipasi masyarakat, terjadi fusi partai – partai politik dalam 3 organisasi berikut ini :

  1. Partai Demokrasi Indonesia ( PDI )
  2. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  3. Golongan Karya

 

Sebelum terjadinya fusi partai – partai politik tersebut, Golkar memperoleh kemenangan mutlak pada pemilu 1971 dengan jumlah 236 suara di kursi DPR. Kemenangan mutlak Golkar paeda 1971 mengindikasikan 2 hal utama. Pertama, adanya monoloyalitas PNS yang menjadi penyumpang suara terbesar bagi kemenangan Golkar . Kedua, adanya kekuatan Golkar yang telah mengakar kuat di masyarakat , Kekuatan itu terbangun berkat adanya operasi penumpasan kekekuatan komunis yang dilakukan oleh Sekber Golkar bersama dengan militer dan masyarakat di era awal 1960-an.

Menguatnya posisi Golkar dimasa pemerintahan Orde Baru menunjukkan kuatnya peran pemerintah dalam menentukan perkembangan kehidupan masyarakat. Seiring dengan itu, Pancasila menjadi satu – satunya asas yang boleh digunakan oleh seluruh pergerakan nasional baik dalam parpol, gerakan mahasiswa, maupun lembaga swadaya masyarakat. Segala jenis pergerakan nasional tidak boleh melenceng dari garis – garis besar Pancasila. Prinsip itu dipolitisir dengan aturan bahwa tidak boleh ada bentuk kegiatan lain di masyarakat selain yang berada di bawah naungan organisasi Golkar. Di dalam Golkar sendiri, terdapat pengerucutan kepemimpinan pada satu figur, yakni Soeharto.…

GOLKAR PENGUASA PEMILU ORDE BARU

 

Dengan berkuasanya Soeharto pada Orde Baru yang berlangsung selama 32 tahun , dimana kekuasaanya yang terhitung dari 1966 – 1998 . Pada pemerintahan Orde Baru , struktur kinerja dan peran negara menjadi sangat kuat karena didukung oleh pemusatan dan penguatan 3 sektor militer,ekonomi,dan budaya. Soeharto berpendapat bahwa penguatan negara merupakan langkah yang jitu dalam mendukung kelancaran pembangunan . Penguatan sektor militer dilakukan dengan cara meperbaiki kinerja Angkatan Darat. Penguatan sektor ekonomi dilakukan dengan menambah jumlah dana bantuan luar negeri. Penguatan sektor budaya dilakukan dengan cara menyebarkan organisasi – organisasi turunan Golongan Karya ke seluruh pelosok Indonesia. Kekuatan ketiga dari sektor itulah yang menjadi dasar pijakan bagi Soeharto untuk membangun sebuah pemerintahan yang kuat . Menurutnya semua lini kehedipan masyarakat harus dikuasai secara optimal untuk menciptakan sebuah sistem pemerintahan sosial dan politik yang efisien dan tepat guna.

Menguatnya peran negara dalam kehidupan masyarakat Indonesia di masa Orde Baru merupakan kekuatan utama bagi Soeharto dalam meraih kepentingan nasional dan internasional. Berawal dari kariernya sebagai mayor jenderal di dalam jajaran petinggi Angkatan Darat, Soeharto mendapatkan dukungan dari basis militer yang cukup kuat. Dalam hal ekonomi, sistem perekonomian liberal yang di gagasnya memperoleh banyak dukungan dari dunia Internasional, baik di kalangan dunia Barat maupun dikawasan Asia Tenggara. Selain itu, di dalam negeri, kondisi sosial masyarakat di topang oleh kekuasaan organisasi  Golkar yang telah muncul sejak tahun 1964. Ketiga kekuasaan itu menjadi pilar – pilar penting bagi pemerintahan Soeharto dalam proses menguatkn peran negara dan pemerintahan.

Menguatnya peran negara di masa Orde Baru ditentukan oleh 3 hal, yaitu militer , Golkar , dan konomi yang memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang bagi Indonesia . Dalam hal politik dan partisipasi masyarakat, terjadi fusi partai – partai politik dalam 3 organisasi berikut ini :

  1. Partai Demokrasi Indonesia ( PDI )
  2. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  3. Golongan Karya

 

Sebelum terjadinya fusi partai – partai politik tersebut, Golkar memperoleh kemenangan mutlak pada pemilu 1971 dengan jumlah 236 suara di kursi DPR. Kemenangan mutlak Golkar paeda 1971 mengindikasikan 2 hal utama. Pertama, adanya monoloyalitas PNS yang menjadi penyumpang suara terbesar bagi kemenangan Golkar . Kedua, adanya kekuatan Golkar yang telah mengakar kuat di masyarakat , Kekuatan itu terbangun berkat adanya operasi penumpasan kekekuatan komunis yang dilakukan oleh Sekber Golkar bersama dengan militer dan masyarakat di era awal 1960-an.

Menguatnya posisi Golkar dimasa pemerintahan Orde Baru menunjukkan kuatnya peran pemerintah dalam menentukan perkembangan kehidupan masyarakat. Seiring dengan itu, Pancasila menjadi satu – satunya asas yang boleh digunakan oleh seluruh pergerakan nasional baik dalam parpol, gerakan mahasiswa, maupun lembaga swadaya masyarakat. Segala jenis pergerakan nasional tidak boleh melenceng dari garis – garis besar Pancasila. Prinsip itu dipolitisir dengan aturan bahwa tidak boleh ada bentuk kegiatan lain di masyarakat selain yang berada di bawah naungan organisasi Golkar. Di dalam Golkar sendiri, terdapat pengerucutan kepemimpinan pada satu figur, yakni Soeharto.…